Penguatan Teacher Leadership Guru dalam Mengintegrasikan Soft Skills Industri pada Pembelajaran
DOI:
https://doi.org/10.67157/dimaslia.v4i2.187Keywords:
teacher leadership, soft skills, guru, pembelajaran, kesiapan kerjaAbstract
Tuntutan dunia industri yang semakin menekankan penguasaan soft skills menuntut sekolah untuk mengintegrasikan keterampilan tersebut ke dalam proses pembelajaran. Namun, pembelajaran di Yayasan Pendidikan Nurul Haromain masih didominasi oleh pencapaian akademik sehingga pengembangan soft skills peserta didik belum dilakukan secara sistematis. Pemahaman guru mengenai teacher leadership sebagai strategi untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik masih terbatas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru tentang teacher leadership, meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan soft skills ke dalam pembelajaran, serta menghasilkan rancangan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juli 2026 dengan melibatkan 24 guru SMK dan MA Yayasan Pendidikan Nurul Haromain menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik melalui workshop, diskusi, aktivitas kolaboratif, presentasi kelompok, peer feedback, dan refleksi. Pelatihan mengacu pada modul Teacher Leadership: Mengintegrasikan Soft Skills Industri dalam Pembelajaran yang terdiri atas empat sesi, yaitu transformasi pendidikan dan tantangan dunia kerja, teacher leadership, penyusunan aktivitas pembelajaran berbasis teacher leadership, serta penguatan implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan secara aktif dan berhasil menyusun enam rancangan aktivitas pembelajaran berbasis teacher leadership yang mengintegrasikan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, serta digital soft skills ke dalam mata pelajaran masing-masing. Peserta juga tampak memahami peran teacher leadership dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta kesiapan untuk mengimplementasikan rancangan pembelajaran tersebut di sekolah. Program ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas profesional guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kolaboratif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.




