EDUKASI DIARE DAN CARA PENANGANNYA PADA KELOMPOK IBU DI PADUKUHAN IROYUDAN KALURAHAN GUWOSARI PAJANGAN BANTUL DIY
Abstract
Latar Belakang: Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 menunjukkan
jumlah penderita diare di Indonesia sebanyak 2.549 orang dan angka Case Fatality
Rate (CFR) sebesar 1.14%. Kejadian diare tetinggi di Indonesia terjadi pada balita
(7.0%) (Kemenkes, 2019). Penanganan yang cepat dan tepatlah yang harus
dilakukan karena diare dengan dehidrasi berat dapat menimbulkan kematian.
Ketidakmampuan ibu karena kurangnya pengetahuan dan informasi tentang
pentingnya pencegahan diare dan penanganan diare pada balita menjadi salah satu
penyebab dari kejadian diare pada balita.
Tujuan: tujuan penyuluhan kesehatan adalah memberikan edukasi tentang diare
dan cara poenanganannya.
Metode: Metode penyuluhan yang digunakan adalah dengan presentasi dan
demontrasi. Dengan demikian responden tidak hanya sadar, tahu dan mengerti,
tetapi juga mau dan dapat melakukan anjuran yang berhubungan dengan
pencegahan diare.
Kata Kunci: diare anak, larutan gula garam, demontrasi.
ABSTRACK
Background: Based on the 2019 Indonesian Health Profile, it shows that the
number of diarrhea sufferers in Indonesia was 2,549 people and the Case Fatality
Rate (CFR) was 1.14%. The highest incidence of diarrhea in Indonesia occurs in
toddlers (7.0%) (Ministry of Health, 2019). Quick and appropriate treatment must be
done because diarrhea with severe dehydration can cause death. The inability of
mothers due to lack of knowledge and information about the importance of
preventing diarrhea and handling diarrhea in toddlers is one of the causes of
diarrhea in toddlers.
Objective: The aim of health education is to provide education about diarrhea and
how to treat it.
Method: The extension method used is presentation and demonstration. In this way,
respondents are not only aware, know and understand, but are also willing and able
to make recommendations related to preventing diarrhea.




